Waduk Wonorejo merupakan salah satu waduk terbesar di asia tenggara. Terletak di desa Wonorejo kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung. Berada di bagian selatan lereng gunung Wilis, membuat waduk ini multi fungsi bagi keberlangsungan hidup masyarakat Tulungagung dan sekitarnya.
Selain berfungsi sebagai irigasi, tetapi waduk ini juga menjadi sebuah pengendalian banjir, pembangkit listrik, perusahaan air minum, budidaya ikan tawar dan sebagai objek wisata. Pemerintah Daerah Tulungagung secara intensity melakukan banyak workshop untuk ekplorasi Waduk Wonorejo untuk mendongkrak Hasil pendapatan daerah. Secara khusus pengololaan Waduk Wonorejo berada di bawah tanggung jawab Perum Jasa Tirta 1 Pemda Tulungagung. Dan implikasi di lapangan hasilnya sangat terlihat, Sekarang Waduk Wonorejo tidak hanya di kenal dalam seputar Tulungagung. Tetapi menjadi sebuah kebanggan Jawa Timur.

Asal Usul Waduk Wonorejo tidak lepas dari sejarah pengendalian banjir di wilayah kabupaten tulungagung. Dampak dibangunnya Terowongan Niyama mengakibatkan sebagian daerah di sisi barat Kanal Agung kekeringan, sehingga warga di sekitar kecamatan Gondang, Kauman, Karang Rejo, Pagerwojo kesulitan menggarap sawahnya. Sebuah dilematis jika dulunya daerah tersebut jadi langganan banjir.

Akhirnya di tahun 80-an pemerintah pusat mengambil kebijakan membangun Waduk Wonorejo tahap 1 dan di rencanakan pembangunanya selesai di tahun 1988, Namun akibat berbagai faktor financial proyek ini tertunda. Kemudian di lanjutkan di tahun 1992 sampai akhirnya di tengah euphoria reformasi pada tanggal 21 Juni 2001 Waduk Wonorejo di resmikan oleh Wakil Presiden RI saat itu Megawati Soekarno Putri, Dan di buka untuk umum pada tahun 2004 sebagai Objek Wisata.

Dalam proses pembangunan Waduk Wonorejo ini, Pemerintah mengeluarkan dana sebesar 22,049 milyar rupiah dan di tambah dana hibah dari pemerintah Jepang sebesar 18,71 milyar yen. Serta mengakibatkan 995 kepala keluarga harus di relokasi ke tempat lain. Selama proyek pembangunan Waduk Wonorejo banyak di temui cerita mistis yang berkembang di masyarakat sekitar.

Sampai sekarang cerita misteri waduk Wonorejo masih sering di dengar seperti kemunculan buaya putih di tengah tengah waduk, maupun jeritan para pekerja minta tolong. Kontraktor waduk Wonorejo di pegang oleh perusahaan BUMN PT. Widya Karya ( WIKA ) dengan bantuan teknis dari Jepang, Dan hasilnya Waduk Wonorejo terlihat Kokoh, minimalis tapi terlihat menarik.

Luas area Waduk Wonorejo sekitar 3,85 Km dengan elevasi titik puncak 188 m, Tinggi Waduk Wonorejo sekitar 100 m, dan Panjang sekitar 545 m. Serta volume timbunan 6,05 juta meter kubik. Dan terdapat Spillway yang berfungsi untuk menampung luapan banjir, dengan kapasitas 540 meter kubik per detiknya. Sebagai upaya pengendalian banjir di tulungagung, di bangunlah sarana penunjang utama berupa Sedimentasi Waduk Wonorejo meliputi :

  1. Bendung Segawe yang berada di sungai Parong,
  2. Saluran sepanjang 600 meter ini, dibangun untuk menghubungkan Bendung Segawe dengan Waduk Wonorejo.
  3. Memperbesar Kapasitas Parit Agung dan Pembangunan Dam Kampak di sungai Tawing.
  4. Pembangunan beberapa Dam seperti DAM Bagong di sungai Bagong, Dan DAM Tugu

Bangunan di atas selain untuk pengendali banjir, juga bermanfaat untuk irigasi lahan pertanian.
Semenjak Waduk Wonorejo beroperasi, Petani di sekitar bisa menanami sawah mereka setiap tahun.
Kalau sebelumnya mereka bisa menggarap sawah hanya saat waktu hujan saja, Sekarang bisa 3 x panen dalam setahun.

Melimpahnya debit air di Waduk Wonorejo di fungsikan lain untuk pembangkit listrik tenaga air ( PLTA ) Dengan daya yang di hasilkan sebesar 6,02 Megawatt. Selain itu juga untuk mensuplai air minum untuk kebutuhan wilayah Surabaya dan sekitarnya. Dan juga di gunakan untuk budidaya ikan tawar,
beberapa varian jenis ikan di waduk Wonorejo seperti Bandeng, Gurame, Lele dan lain lainnya. Dalam satu kali panen bisa mendapat 200 ton ikan segar.

Potensi Waduk Wonorejo ini sangat membantu Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Tulungagung, Dan setiap tahunya mengalami peningkatan. Tidak hanya itu saja manfaat Waduk Wonorejo di jadikan sebagai Objek Wisata unggulan. Menurut Data dari Dinas Pariwisata kabupaten Tulungagung, kunjungan wisatawan ke Waduk Wonorejo berada di posisi ketiga setelah hantai Popoh dan pantai Sine.

Sebagai objek wisata unggulan di Tulungagung, Fasilitas Waduk Wonorejo sangat kompeten sebagai sarana pariwisata keluarga. Dari sarana dan prasarana sangat memadai dan mudah untuk di akses dari berbagai arah. Rute menuju Waduk Wonorejo juga menyajikan pemandangan yang hijau, serta lahan pertanian yang subur. Karena Letak Waduk Wonorejo yang berada di lereng gunung wilis membuat perjalanan wisata sangat menyenangkan. Tarif masuk Waduk Wonorejo juga relatif murah, pengunjung bisa membayar 5000 rupiah saja.

Berikut ini Fasilitas yang ada di waduk Wonorejo :

  1. Hotel : Fasilitas Hotel di Waduk Wonorejo ada berbagai kelas. Tarif Hotel di Waduk Wonorejo tergantung isi dompet pengunjung. Dan letaknya sangat strategis, ada yang menghadap langsung ke waduk Wonorejo dan ada di dekat pintu masuk.
  2. Villa : Fasilitas Villa di Waduk Wonorejo juga sangat beragam dan letaknya tidak jauh dari Waduk Wonorejo, do dan di sekitarnya banyak pepohonan yang hijau.
  3. Gedung Pertemuan : Fasilitas Gedung Pertemuan ini bisa menampung lebih 400 orang.
    dan bisa di gunakan untuk berbagai acara seperti rapat kerja, pernikahan, ataupun acara acara lainnya.
  4. Terowongan : Fasilitas Terowongan waduk Wonorejo berjarak 300 meter, pengunjung tidak bisa sembarangan masuk tanpa izin dan di dampingi petugas waduk.
  5. Play Ground : Fasilitas Play Ground di tujukan untuk wisatawan yang berkunjung bersama keluarga khusus yang membawa anak anak. Wahana di sini sangat lengkap dan di tambah kolam renang membuat anak anak betah bermain.
  6. Perkemahan : Fasilitas Perkemahan di Waduk Wonorejo ada 4 tempat yang lengkap dengan MCK.
    Area Perkemahan sangat ideal untuk pecinta alam dan lingkungan hidup.
  7. Perahu Boat : Fasilitas Perahu Boat di waduk Wonorejo bisa untuk menguji adrenalin pengunjung dengan tarif yang murah pengunjung bisa melihat semua kawasan Waduk Wonorejo.
  8. Kantin : Fasilitas Kantin di Waduk Wonorejo menyediakan banyak varian masakan.
    Dari menu tradisional sampai menu modern siap menanjakan pengunjung dan letaknya sangat dekat dengan area waduk Wonorejo
  9. Memancing : Fasilitas Memancing di Waduk Wonorejo sangat menyenangkan. Bagi pengunjung yang hobi memancing, tidak perlu bingung soal umpan karena sudah banyak pedagang yang menyediakan berbagai umpan memancing di Waduk Wonorejo.  Dan yang paling saya suka mancing bandeng di Waduk Wonorejo karena ikan bandengnya sangat gurih.

Selain fasilitas wisata di atas, Fasilitas menarik lainnya adalah :

  1. Jogging Track : Fasilitas Jogging di Waduk Wonorejo sepanjang 1 km melintasi tepi waduk, dan udaranya sangat sejuk karena berada di pegunungan yang hijau.
  2. Sepeda Gunung : Fasilitas Sepeda Gunung di Waduk Wonorejo sangat menantang, rute yang di lalui adalah kawasan hutan lindur serta area pertanian yang subur.
  3. Off Road : Fasilitas Off Road di Waduk Wonorejo berkelas nasional, Banyak event event skala nasional pernah di adakan di sini. Selain bisa di gunakan untuk Off Road, juga bisa di gur untuk motor cross

Fasilitas pendukung lainnya yang ada di Waduk Wonorejo seperti Area parkir yang luas, Heliped untuk pendaratan Helikopter, Serta tempat ibadah. Dan juga pemandu wisata yang siap memberi informasi tentang Waduk Wonorejo dan juga mengajak jalan jalan ke semua area waduk Wonorejo.

Keindahan Waduk Wonorejo tidak lengkap jika belum mengunjungi Ranu Gumbolo.Tulungagung. Sebuah objek wisata dengan menawarkan Pemandangan Hutan Pinus di pinggir Waduk Wonorejo. Pengunjung bisa menikmati kesejukan udaranya di sini dan sangat cocok untuk mencari inspirasi. Selain itu bisa juga di gunakan untuk jadi spot mancing di Waduk.

Wonorejo yangstrategis. Ranu Gumbolo tulungagung regency east java menjadi Objek Wisata yang lagi naik daun, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk, hanya perlu menitipkan kendaraanya saja. Rute menuju Ranu Gumbolo sangat mudah di jangkau, Jika bingung bisa bertanya pada masyarakat sekitar atau petugas waduk Wonorejo.

Pesona lain Waduk Wonorejo yang bisa jadu alternatif pengunjung adalah Tumpak Bledek Tulungagung. Dari namanya objek wisata ini menawarkan tumpukan bebatuan yang unik, berbentuk seperti stadion dan berwarna kecoklatan. Menurut cerita masyarakat setempat, Tumpak Bledek berasal dari bekas galian proyek Waduk Wonorejo. Jadi di tengah tengah area terdapat semak belukar yang di kelilingi varian view bebatuan. Di musim akik kemarin, , batu yang berasal dari Tumpak Bledek ini banyak di cari masyarakat, dan di kenal sebagai Akik Waduk Wonorejo m Rute Tumpak Bledek sekitar 4 km dari Ranu Gumbolo, jadi jika pengunjung ingin mengunjungi perlu membawa bekal sendiri. Posisinya yang jauh dari pemukiman kadang banyak di salah gunakan oleh pemuda pemudi yang berkunjung kesini.

Begitulah Sekilas Tentang Waduk Wonorejo dan sekitarnya. Semoga bisa menambah informasi anda Tentang Pariwisata di Tulungagung.